Desa Sukawana
Desa Sukawana adalah sebuah desa adat yang terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini dikenal sebagai salah satu desa Bali Aga, yaitu masyarakat Bali asli yang mempertahankan tradisi dan budaya leluhur mereka. Berdasarkan cerita sejarah yang berkembang, desa ini bermula dari sebuah tempat yang disebut Tanah Daa, yang dihuni oleh seorang gadis tua bernama Daa Tua. Ia tinggal di hutan sekitar kaki Gunung Wangun Urip, menanam bawang putih (kesuna) dan memelihara ayam putih kedas yang memiliki suara merdu. Hasil panennya disimpan dalam sok (bakul bambu) yang diletakkan di gubuknya.
Pada suatu hari, seorang pemuda bernama Nyomanan mendengar suara ayam yang merdu dan menemukannya di tengah hutan, bersama sok berisi bawang putih. Nyomanan kemudian bertemu dengan Daa Tua, dan mereka menikah. Nyomanan memutuskan untuk menetap di tempat tersebut, yang kemudian dikenal dengan nama Sokwana, yang berarti sok berisi bawang putih di tengah hutan. Seiring waktu, nama tersebut berubah menjadi Sukawana. Dari pernikahan ini kelompok-kelompok masyarakat yang tinggal di sana berkembang dan membentuk Desa Pakraman Sukawana.
Desa Sukawana kini memiliki sembilan banjar adat, yaitu Banjar Kuum, Banjar Kutedalem, Banjar Paketan, Banjar Lateng, Banjar Kubusalia, Banjar Desa, Banjar Sukawana, Banjar Tanah Daha, dan Banjar Munduk Lampah. Desa ini mempertahankan pola permukiman tradisional yang mengelompok, dengan rumah-rumah yang menghadap ke arah gunung dan laut, mengikuti konsep hulu-teben. Desa Sukawana juga masih melaksanakan berbagai tradisi dan upacara adat yang khas, seperti Tradisi Nyawen dan Tradisi Nungdung, sebagai bagian dari pelestarian budaya Bali Aga yang terus hidup hingga sekarang.